Httearch’s Weblog


Scandali, affari e misteri
Maggio 31, 2009, 9:44 pm
Archiviato in: great news | Tag: , ,

Ma forse non basta a spiegare la simpatia di un intellettuale come Montini, autore della più avanzata enciclica della storia, la Populorum Progressio, per questo prete americano perennemente atteggiato da avventuriero di Wall Street, con le mazze da golf nella fuoriserie, l’Avana incollato alle labbra, le stupende segreterie bionde e gli amici di poker della P2.

Subito dopo i suicidi veri o presunti di Gabriele Cagliari e di Raul Gardini, la mattina del 4 ottobre arriva al presidente dello Ior una telefonata del procuratore capo del pool di Mani Pulite, Francesco Saverio Borrelli: “Caro professore, ci sono dei problemi, riguardanti lo Ior, i contatti con Enimont…”.

Sul conto di un vecchio cliente, Luigi Bisignani, piduista, giornalista, collaboratore del gruppo Ferruzzi e faccendiere in proprio, in seguito condannato a 3 anni e 4 mesi per lo scandalo Enimont e di recente rispuntato nell’inchiesta “Why Not” di Luigi De Magistris.

In prima persona di Camillo Ruini, presidente della Cei, e poi di Giovanni Battista Re, amico intimo di Fazio, tanto da aver celebrato nel 2003 la messa per il venticinquesimo anniversario di matrimonio dell’ex governatore con Maria Cristina Rosati.

Fonte:
http://www.repubblica.it/2007/10/sezioni/cronaca/chiesa-commento-mauro/segreti-ior/segreti-ior.html



Istri Ketiga Nasarudin Menghilang
Maggio 7, 2009, 7:33 pm
Archiviato in: some news | Tag: , , ,

TANGERANG — Istri ketiga Dirut PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasarudin Zulkarnain yang tewas ditembak 14 Maret 2009, Rani Julianti (22) menghilang dan tidak berada di rumahnya atau kampus di STIMIK Raharja, Tangerang, Banten.”Setelah peristiwa penembakan Nasarudin, Rani dan keluarganya sudah tidak terlihat lagi di rumahnya,” kata M Sidik (45) ketua RT 01/04 Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten.Sidik mengatakan kemungkinan Rani dan keluarganya mengungsi ke rumah keluarganya yang ada di Kabupaten Serang dan ke Jakarta Selatan.Menurut dia, terakhir bertemu Rani sepekan sebelum peristiwa penembakan terhadap Nasarudin karena dia pulang kuliah di kampusnya yang terletak di jalan Jendral Sudirman, Kota Tangerang itu.Rani merupakan mahasiswa semester II jurusan manajemen dan dia bekerja paruh waktu sebagai pengambil bola di lapangan golf Medernland, Tangerang.Rumah Rani di jalan kiyai Maja, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang bercat putih dan pagar warga biru itu tampak kosong, para tetangga tidak mengetahui keberadaan Rani dan keluarganya.Namun begitu, Rani diduga pernah bertemu beberapa kali dengan Antasari Azhar, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, sehingga dia diminta keterangan sebagai saksi oleh penyidik.

Bahkan penyidik Polda Metro Jaya meminta keterangan dari Antasari Senin (4/5) terkait kasus kematian Nasarudin.Nasarudin tewas diberondong peluru oleh dua pengendara sepeda motor 14 Maret 2009 usai bermain golf di lapangan Modernland.Sementara itu, Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen, Informatika dan Komputer (STIMIK) Raharja, Abas Sunarya mengatakan bahwa Rani sekitar dua bulan tidak masuk kuliah.Sunarya menambahkan, para dosen sudah melakukan musyawarah bahwa masalah Rani Julianti akan dikeluarkan karena tidak mengikuti perkuliahan dalam waktu yang lama dan tidak pernah melaporkan kepada dosen tentang keberadaannya.Selain itu, Rani juga dianggap telah mencemarkan nama baik almamater, maka manajamen kampus memutuskan supaya dikeluarkan.

Bila Anda memiliki komentar terhadap berita di atas, silakan kirim komentar Anda melalui form yang kami sediakan di bawah ini.

Mengenal lebih jauh tentang islam di mancanegara

Fonte:
http://www.republika.co.id/berita/47945



Elezioni presidente Coni, Barrelli si ritira
Maggio 7, 2009, 7:19 pm
Archiviato in: web news | Tag: , , , ,

Barelli spiega così la decisione di ritirarsi dalla corsa alla presidenza del Coni: il massimo dirigente della federnuoto e senatore del Pdl aggiunge che la scelta “non mi amareggia, semmai mi dispiace per quelli che speravano di avere una persona di sport alla guida”.

Barelli vuole poi sottolineare “di non aver mai coinvolto la politica e il presidente Berlusconi nella mia candidatura, che verte sul mio passato di olimpionico e sul mio

Sulla scelta che farà il prossimo 6 maggio tra Petrucci e Chimenti, Barelli si limita a dire di aver “sempre rispettato la candidatura di Chimenti, che ha manifestato con convinzione

Questo atto di lealtà e responsabilità contribuisce a fare chiarezza su un’elezione in cui saranno a confronto una linea di continuità con il passato e un’alternativa di rinnovamento che intendo rappresentare”.

Fonte:
http://www.lastampa.it/cmstp/rubriche/girata.asp?ID_articolo=103&ID_blog=122&ID_sezione=266